Satu Tantangan, Banyak Peluang untuk Dakwah Ekonomi Syariah di Zaman 4.0
Cari Berita

Advertisement

Satu Tantangan, Banyak Peluang untuk Dakwah Ekonomi Syariah di Zaman 4.0

Kamis, 22 Agustus 2019


Zaman mulai memasuki Revolusi industri 4.0. Tidak hanya industri, Yuswohady pun memberikan sebuah sebutan “Muslim 4.0”. Muslim 4.0 adalah perkembangan gaya hidup muslim Indonesia di tengah pusaran ekonomi di era revolusi industri 4.0.
Tidak seperti zaman-zaman sebelumnya, kehidupan di zaman ini memiliki kebaikan dan keburukan walau sudah dimudahkan dengan banyaknya teknologi yang ada. Tapi menariknya, gonjang-ganjing perubahan teknologi 4.0 bukannya menjadikan kaum muslim Indonesia kian sekuler dan semakin luntur keislamannya, tapi justru sebaliknya, semakin religius dan islami.
Teringat sebuah pengalaman seseorang ketika mulai memasuki masa-masa SMK, dimana kehidupan beragamanya mulai mengalami peningkatan. Tinggal jauh dari orangtua, merantau di kota orang diusia 14 tahun, satu pesan dari orangtua yang tak pernah dia lupakan hingga saat ini, “Jangan tinggalin sholat ya”. Pesan sederhana untuk seorang remaja tetapi punya makna mendalam. Kejutan lain datang ketika dia harus satu kamar kos dengan seorang beragama nasrani. Disana mulai muncul kerajinan dalam beribadah dengan alasan “Jangan sampai saya pindah agama”.
Dikelilingi oleh orang-orang shalih disana menjadi sebuah hadiah yang sangat indah. Masa pendewasaan dan masa peralihan revolusi industri 3.0 menuju 4.0 dirasakan bersamaan dimasa itu. Mulai merasakan aplikasi ojek online, situs belanja online dan semua hal berubah menjadi online. Hingga setelah lulus, dia yang sering diajak oleh temannya untuk menghadiri kajian-kajian sunnah dari informasi yang terbatas. Disana temannya memililki sebuah gagasan untuk membuat sebuah aplikasi untuk memberikan informasi mengenai jadwal-jadwal kajian sunnah. Gagasan muncul dari mulainya kami mencari seminar wirausaha dari aplikasi Evenbrite, maka itu dijadikan acuan utama beliau dalam membuat gagasan itu.  Alhamdulillah kini aplikasi itu sudah dapat dinikmati saat ini. Kajian Sunnah Pro nama aplikasinya. Semoga menjadi amal jariah baginya dalam menjalankan dakwah di zaman ini.
Hijrah kini menjadi sebuah euforia di zaman ini. Banyaknya para millenial yang mengikuti tren ini. Hijrah Fest menjadi salah satu kehebohan dan menjadi identitas baru kaum muslim milenial. Event itu teramplifikasi luar biasa karena diinisiasi oleh para selebriti yang ramai-ramai berhijrah dan menularkan pengaruhnya ke kalangan muslim di seluruh tanah air.
Produk halal pun kini bukan hanya sebatas makanan dan minuman. Produk kosmetik, sabun, detergen, bahkan pariwisata sudah mengklaim produknya dengan label halal. Hal ini yang menjadi salah satu alasan saya mantap untuk mempelajari ekonomi syariah, walau sebelumnya latar belakang saya adalah Teknik Kimia.
Tentunya dalam membumikan ekonomi syariah dikalangan millenial tidak semudah yang dipikirkan, walaupun euforia hijrah menyebar dimana-mana. Satu permasalahan serius yang dibahas dalam buku “Bagaimana Menyentuh Hati” karya Abbas As-Siisi adalah permasalahan yang muncul dari dalam dirinya, padahal orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu tersebut. Seseorang yang tidak memiliki kunci, maka sulit baginya untuk masuk. Manusia yang hatinya terkunci sehingga sulit dimasuki oleh dakwah, bagaikan brankas besar yang sebenarnya dapat dibuka hanya dengan kunci yang kecil. Demikianlah persoalannya, yang sesungguhnya kembali kepada diri sang da'i itu sendiri, yakni berkaitan dengan potensi dirinya secara ruhiah, di samping kecekapannya untuk membuat program, serta ketahanan dalam mewujudkannya.
Jika kita telah faham bahawa syaitan juga membuat program untuk para pengikutnya dengan langkah-langkah yang bertahap (sebagaimana firman Allah, "Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan." (Al-Baqarah: 168), maka sudah selayaknya seorang da'i juga membuat program dan langkah-langkah dalam mengambil simpati mad'u. Sungguh sangat jauh berbeza antara tujuan syaitan dengan tujuan orang-orang yang beriman. Allah swt. berfirman, "Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh kalian). Jika kalian menderita kesakitan (kekalahan), maka mereka sesungguhnya juga menderita kesakitan (pula), sebagaimana kalian menderitanya. Sedangkan kalian mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (An-Nisa': 104)
Dalam menyikapi tantangan ini, ada seorang pengusaha pemula yang mantap mempelajari ekonomi syariah karena perbedaan pendapat logika dan hatinya. Suatu waktu pada saat memulai usaha makanan ringan, dia memiliki seorang teman sekaligus mentor bisnisnya yang juga seorang pengusaha yang sukses dibidangnya. Temannya menyanggupi bisa membimbing dirinya hingga bisa memiliki mobil pribadi dari keuntungan usahanya selama 6 bulan. Tetapi cara yang ditawarkan sedikit menyalahi etika yang ada, sehingga dia meninggalkan temannya itu dan mulai mempelajari ilmu ekonomi syariah.
Peluang sangat terbuka lebar dalam mendakwahkan ekonomi syariah bagi para millenial di zaman ini. Aplikasi Kajian Sunnah Pro menjadi salah satu bentuk yang bisa dicontoh dalam berdakwah dengan memanfaatkan teknologi dengan menyediakan aplikasi. Konten kreator juga berkembang pesat saat ini, hingga “Youtuber’ menjadi cita-cita baru bagi anak-anak di Indonesia.
Saat sekolah terkadang kita lebih cepat paham jika dijelaskan oleh teman ketimbang guru. Cara penyampaian menjadi hal penting disini. Hal semacam ini dapat diterapkan bagi Ekonom Rabbani muda, dengan menyampaikan ekonomi syariah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh para millenial. Sulit bagi para guru-guru kita untuk menyapaikan dengan bahasa millenial, maka tugas kita lah yang menyampaikan di zaman ini.
Kreasi, Inovasi, dan Istiqomah adalah kunci utama dalam mendakwahkan ekonomi syariah bagi para millenial saat ini. Jika dalam dunia marketing kita mampu membuat tulisan yang menghipnotis para pembaca untuk membeli, maka seharusnya kita terapkan juga dalam mendakwahkan ekonomi syariah. Jika konten unfaedah saja bisa ditonton oleh jutaan orang, mengapa tidak membuat konten dakwah ekonomi syariah yang menarik. Memang tantangan terbesarnya ada pada diri sendiri. Semoga Allah Istiqomahkan langkah kita dalam Dakwah Ekonomi Syariah ini.

Khi
Media Inspirasi