Kriteria Emas yang Dikenakan Zakat Mal
Cari Berita

Advertisement

Kriteria Emas yang Dikenakan Zakat Mal

Rabu, 28 Agustus 2019


l

Desi Fitriyani
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI
desifiriyani237@gmail.com


Emas adalah sejenis logam mulia terpercaya yang bisa mempertahankan nilainya dan digunakan dalam transaksi (Rozi, 2017). Dalam Islam, emas merupakan salah satu benda yang dikenai zakat ketika telah memenuhi ketentuan dan syarat-syarat tertentu.

Menurut madzhab Maliki, zakat itu adalah mengeluarkan sebahagian tertentu dari harta tertentu pula, yang telah mencapai nisab pula, diberikan kepada orang yang berjhak menerimanya yakni apabila harta itu merupakan milik penuh si pembeli, dan telah berulang tahun bagi selain barang tambang dan hasil pertanian. Emas merupakan harta yang wajib dizakati dan termasuk pada zakat mal (zakat harta). Emas yang dikenai zakat memiliki ketentuan-ketentuan tertentu, yaitu; (1) nisab zakat emas adalah 85 gram emas, (2) haul selama satu tahun, (3) kadar yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah 2,5%, (4) perhiasan yang wajib dikeluarkan zakat adalah perhiasan yang disimpan dan tidak dipakai selain itu maka  tidak wajib dikeluarkan zakat (Zakatpedia.com).

Dari syarat ke-4 diatas, perlu diketahui bahwa emas memiliki kriteria-kriteria tertentu sehingga termasuk pada kategori emas wajib zakat. Adapun kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut seperti dijelaskan Dr. Oni Sahroni (Anggota DSN MUI) dalam koran Republika (19/08/2019).

Pertama, emas yang dizakati bukan merupakan emas yang digunakan sebagai perhiasan.  Menurut Jabir bin Abdullah, Ibnu Umar, Asma binti Abu Bakar, dan Aisyah ra. Emas yang digunakan kaum hawa sebagai perhiasan dalam batas yang wajar tidak wajib dizakatkan, sedangkan emas yang digunakan sebagai perhiasan dalam jumlah yang berlebihan wajib dikenakan zakat. Adapun standar berlebihan atau tidak, didasarkan pada tradisi (urf shahih).

Kedua, emas berbentuk logam mulia baik yang disimpan sendiri maupun dititipkan  di pihak lain merupan emas yang dikenai zakat. Kedua jenis emas baik perhiasan maupun logam mulia  tetap dikenai zakat, sebagaimana hadist riwayat Abu Hurairah dan konsensus para ulama yang bermakna umum dan tidak membeda-bedakan emas sebagai objek wajib zakat, baik itu emas perhiasan ataupun logam mulia.

Ketiga, emas yang digunakan untuk sesuatu yang tidak halal seperti perhiasan yang digunakan untuk laki-laki, dan alat-alat hiasan seperti piring atau mangkuk yang terbuat dari emas itu wajib dikeluarkan zakatnya. Sebagaimana kaidah fikih :” Setiap sesuatu yang tidak boleh digunakan dan dijadikan perhiasan maka wajib dizakati”. Menurut para ulama dilihat dari maqashid (tujuan) larangan emas dijadikan perhiasan untuk laki-laki dan sebagai alat hiasan yang terbuat dari emas ini membuktikan bahwa hal tersebut belebih-lebihan dan membiarkan asset yang seharusnya produktif menjadi tidak produktif. Hadist rasulullah SAW. “ Kembangkanlah (dagangkanlah) harta anak-anak yatim, sehingga tidak termakan oleh zakat.” (HR Thabrani)

Keempat, mata uang yang dikeluarkan oleh otoritas dan dijadikan alat tukar oleh masyarakat wajib dikeluarkan zakatnya seperti halnya dengan emas. Hal ini sebagaimana penegasan dari sebagian para ulama bahwa illat dan manat  emas sebagai objek wajib zakat adalah keberadaannya sebagai alat tukar (tsamaniyah). Maka setiap mata uang sebagai alat tukat itu wajib  zakat karena memenuhi unsur alat tukar secara sempurna.

Setiap kriteria tersebuat harus bias dipahami dengan baik, sehingga zakat yang dikeluarkan merupakan zakat yang benar sesuai ketentuan syari’at Islam.


Referensi:

Rozi, F. 2017. Pengertian Emas di https://sudutekonomi.blogspot.com/2017/12/pengertian-emas.html (akses 27 Agustus 2019)

Sahroni, Oni. 2019. “Kriteria Emas Wjib Zakat” . Dalam Republika, 19 Agustus 2019.

Tongkrongan Islami. Kenali Pengertian Ibadah Zakat menurut 4 Imam Mazhab di https://www.tongkronganislami.net/kenali-pengertian-ibadah-zakat-menurut-4-imam-mazhab/ (akses 27 Agustus 2019)

 Zakatpedia. Zakat Emas. dalam https://zakatpedia.com/services/zakat-emas (akses 27 Agustus 2019)